Jumat, 27 Juli 2018

Desain Pagar Rumah Minimalis By WPC Kayu Asri

Pagar WPC Kayu Asri
Pagar WPC Kayu Asri
Pagar rumah minimalis bukan berarti sangat sederhana, tidak bervariasi, dan modelnya itu-itu saja.  Sebenarnya, istilah minimalis berarti pemanfaatan optimal untuk memaksimalkan fungsinya. Tidak ada batasan bentuk, tidak juga batasan bahan. Yang penting setiap elemen harus berfungsi dengan sebaik-baiknya. Artikel ini memberikan contoh pagar rumah minimalis yang bisa dijadikan referensi untuk memunculkan ide-ide kreatif lainnya.

1. Dominasi garis 

Dominasi deretan garis vertikal pada fasade pagar Int E House karya MODERNSPACE (sumber: arsitag.com)

Dominasi deretan garis vertikal pada fasade pagar Int E House karya MODERNSPACE (sumber: arsitag.com)
Kesederhanaan garis sebagai elemen dasar suatu bentuk ternyata memberikan sentuhan minimalis yang sederhana, namun elegan untuk pagar rumah. Tidak hanya berfungsi sebagai pengaman, pagar rumah minimalis juga mempertegas fasade rumah. Dominasi garis menjadi satu kesatuan dengan fasade  rumah, mempertegas, dan menyeimbangkannya.
Baca juga:   
Pagar besi dan tembok pagar membentuk garis horizontal panjang sebagai penyeimbang tinggi W_House karya Studio Air Putih (sumber: arsitag.com)
Pagar besi dan tembok pagar membentuk garis horizontal panjang sebagai penyeimbang tinggi W_House karya Studio Air Putih (sumber: arsitag.com)

2. Aksen untuk tampilan eksterior rumah

Pagar rumah minimalis MM House karya Antony Liu + Ferry Ridwan / Studio TonTon (sumber: arsitag.com)

Pagar rumah minimalis MM House karya Antony Liu + Ferry Ridwan / Studio TonTon (sumber: arsitag.com)
Pagar rumah dapat dijadikan aksen untuk tampilan eksterior rumah minimalis yang memang konsep dasarnya adalah memanfaatkan bentuk-bentuk geometri yang lebih sederhana namun menawan.  Rumah minimalis dengan atap yang cenderung datar dan mendominasi garis horizontal akan seimbang dengan pagar rumah dengan dominasi garis vertikal. Selain itu, pagar bisa menjadi aksen di tengah-tengah dominasi kepolosan dinding, dan memposisikan fungsi pagar sebagai akses masuk utama.

3. Menyatu dengan seluruh bangunan

3. Menyatu dengan seluruh bangunan
Pagar rumah minimalis Kawoeng House karya Das Quadrat (sumber: arsitag.com)
Pagar rumah minimalis Kawoeng House karya Das Quadrat (sumber: arsitag.com)
Tidak hanya menjadi aksen pada posisi tertentu saja, tapi pagar minimalis dapat menjadi keseluruhan fasade bangunan. Multi-fungsi sebagai akses masuk utama, sebagai pengaman, sekaligus mempertegas langgam minimalis pada keseluruhan bangunan. Ini berarti, sejak awal perencanaan, konsep dan langgam minimalis sudah sangat jelas sehingga arsitek mengikutsertakan konsep minimalis dalam keseluruhan bangunan.

4. Pemanfaatan warna alami 

Pagar SA house  di Pasteur, Bandung karya Alradistadesign I Ifalen Ramadian memanfaatkan warna coklat kayu dan hitam batu alam (sumber: arsitag.com)
Pagar SA house  di Pasteur, Bandung karya Alradistadesign I Ifalen Ramadian memanfaatkan warna coklat kayu dan hitam batu alam (sumber: arsitag.com)
Warna pagar rumah minimalis umumnya mengaplikasikan warna-warna alami, seperti: putih, abu-abu beton, hitam, dan coklat, untuk memperkuat kesan minimalis yang ‘simple’ dan menyatu dengan alam.Warna hitam dan coklat ditujukan untuk memberi kesan kuat dan menjadi ‘pondasi’ yang memperkokoh bangunan.Sedangkan, warna putih dan abu-abu beton biasa digunakan untuk mengesankan bangunan yang ‘ringan’.

5. Tinggi pagar

Pagar rumah sederhana Hybrid House karya Parametr Architecture (sumber: arsitag.com)

Pagar rumah sederhana Hybrid House karya Parametr Architecture (sumber: arsitag.com)  
Tinggi pagar minimalis tentu saja harus disesuaikan dengan aturan pemerintah setempat, fungsi, dan keindahan arsitektural. Komposisi luas bidang pagar harus seimbang dengan bidang eksterior bangunan.

6. Bahan pagar minimalis

Pagar rumah minimalis F+W House  di  Jakarta Utara karya Dp+Hs Architects (sumber: arsitag.com)
Pagar rumah minimalis F+W House  di  Jakarta Utara karya Dp+Hs Architects (sumber: arsitag.com)
Sebenarnya tidak ada batasan bahan yang harus dipakai dalam desain pagar minimalis. Namun, pada umumnya besi, tembok beton cetak, tembok acian, dan papan kayu sering dipadukan untuk menampilkan kesan minimalis.

Perpaduan tembok dan bambu pada pagar F+W House  di  Jakarta Utara karya Dp+Hs Architects  (sumber: arsitag.com)

Perpaduan tembok dan bambu pada pagar F+W House  di  Jakarta Utara karya Dp+Hs Architects  (sumber: arsitag.com)
Untuk menambah kesan alami, tembok pagar minimalis bisa dipadukan dengan tanaman yang minimalis, seperti bambu jepang, bambu kuning, dan Golden moneywort.

Golden moneywort menghiasi pagar The Minimal White House at Jimbaran Asri di Bali karya Julio Julianto (sumber: arsitag.com)

Golden moneywort menghiasi pagar The Minimal White House at Jimbaran Asri di Bali karya Julio Julianto (sumber: arsitag.com)
Baca juga:

Pagar rumah minimalis Selat House karya Das Quadrat (sumber: arsitag.com)

Pagar rumah minimalis Selat House karya Das Quadrat (sumber: arsitag.com)
Bagian tikungan pagar minimalis pada rumah hoek sebaiknya menggunakan material dan desain yang peduli lingkungan. Kaca buram dan polycarbonate, yang memiliki efek ‘translucent’ yang tembus cahaya namun tidak transparan, akan memudahkan pandangan kendaraan yang akan berbelok. Selain itu, bahan ini mudah dipadukan dengan berbagai bahan lainnya.

Pagar rumah minimalis Selat House karya Das Quadrat (sumber: arsitag.com) yang sederhana namun menawan

Pagar rumah minimalis Selat House karya Das Quadrat (sumber: arsitag.com) yang sederhana namun menawan

7. Perpaduan berbagai gaya arsitektur

Pagar rumah Tanjung Mas House bergaya minimalis rustik karya Dannies S. Ardi (sumber: arsitag.com)

Pagar rumah Tanjung Mas House bergaya minimalis rustik karya Dannies S. Ardi (sumber: arsitag.com)
Gaya arsitektur yang semakin hari semakin beragam, semakin membuka kreativitas para arsitek untuk memperkaya desain arsitektural. Begitu juga pada desain pagar rumah minimalis.  Gaya minimalis yang terkesan lebih modern, ternyata bisa dipadukan dengan gaya rustik yang terkesan lebih kuno.  Pagar tembok dari batu alam dan pintu pagar minimalis dari papan kayu, keduanya bisa berpadu apik karena sama-sama menekankan kesederhanaan dan kealamian.
Semoga artikel ini bisa menjadi referensi untuk semakin mengenal pagar rumah minimalis dan memunculkan berbagai ide kreatif lainnya dan membuat model pagar minimalis terbaru.Teruslah berimajinasi, berkreasi, dan berkarya!

wood plastic composite

WPC merupakan kepanjangan dari wood plastic composite, yang secara bahasa dapat diartikan sebagai komposit kayu plastik. Composite sendiri dapat diartikan sebagai campuran. Jadi, WPC adalah campuran antara kayu dan plastik. WPC merupakan sebuah material baru yang tersusun dari elemen kayu dan plastik yang dilebur menjadi satu dan membentuk sebuah material baru, yaitu WPC.

WPC adalah alternatif pengganti kayu masa kini. Harga kayu yang semakin meningkat dan eksploitasi penggunaan kayu membuat kita harus mulai melestarikan kayu. WPC dibuat dengan komposisi serat plastik 50% dan serbuk kayu 50%. WPC dapat memberikan kekuatan dan keindahan yang menyerupai kayu dengan daya tahan dan kelebihan serta keunggulan polimer atau plastik.

Jenis-Jenis dari WPC atau Kayu Komposit
  1. Kayu komposit hollow (WPCH: Wood plastic composite hollow)
Kayu ini dikatakan hollow karena di dalam kayunya terdapat lubang yang hampir mirip dengan besi hollow. Kayu ini biasanya dimanfaatkan untuk pagar halaman, lantai teras dan juga atap untuk gazebo. Harga perkilo dari kayu ini di Indonesia biasanya sekitar kurang lebih 50 ribuan.
  1. Kayu komposit Solid (WPCS)
Biasanya jenis kayu komposit solid ini dibuat berbentuk papan, baik lurus maupun lengkung. Jadi, kayu jenis ini bisa dimanfaatkan untuk bangunan layaknya bahan bangunan biasa.
WPC untuk fasad bangunan (Sumber: royaltouchinteriors.in)
Kelebihan WPC
  • Bisa didaur ulang untuk diproduksi kembali
  • Memiliki berbagai macam ukuran panel berbeda dan bisa digunakan untuk di dalam dan di luar rumah
  • Lebih tahan api dibanding produk serupa lainnya. Ketika terjadi kebakaran pada panel, api hanya menyala di satu titik dan tidak menyebar.
  • Daya tahan yang tinggi terhadap benturan dan abrasi
  • Memiliki kestabilan dimensi yang baik, tidak akan mengembang bila berada di area lembab
  • Kemungkinan retak sangat kecil
  • Daya tahan yang tinggi terhadap air dan bahan kimia rumah tangga
  • Daya tahan yang baik terhadap rayap, jamur dan hama
  • Pada umumnya lebih murah dibanding kayu
  • Terbaik untuk investasi jangka panjang
  • 100% dapat di daur ulang
  • Secara estetika, WPC memiliki desain yang mendukung keindahan rumah
  • Warna tidak cepat memudar
Kekurangan WPC
  • Hanya memiliki sedikit pilihan warna

Perbandingan antara WPC dan Kayu Biasa
Property
WPC
Kayu Tropis umum
Penyerapan air
0-1.5%
Up to 30%
Penarikan sekrup
Bisa
Bisa
Daya tahan terhadap jamur
Sangat Baik
Sedang
Daya tahan terhadap rayap
Sangat Baik
Tidak
Daya tahan terhadap bengkok
Sangat Baik
Sedang
Daya tahan terhadap bahan kimia
Sangat Baik
Sedang
WPC pada teras rumah (Sumber: outdoorlivingchicagoland.com)
Cara Pemasangan WPC
Cara Pemasangan lantai outdoor :
  1. Pemasangan antara rangka atau joist diberi jarak 30-35cm
  2. Bila pemasangan ingin dimatikan ke lantai, rangka (joist) langsung  dibor atau disekrup ke lantai
  3. Bila rangka atau joist sudah terpasang, kemudian pasang decking di atas rangka atau joist. Apabila rangka atau joistterpasang vertikal, maka decking harus  terpasang horizontal, begitu juga sebaliknya.
  4. Jarak antara decking dengan decking (Nat) harus diberi jarak 5-7 mm untuk menghindari kelembaban pada saat terkena air atau hujan.
  5. Pemasangan plastic clip untuk decking diberi jarak 30 cm

Cara Pemasangan dinding indoor :
  1. Pasang terlebih dahulu besi hollow atau kayu kaso pada permukaan dinding dan beri jarak sekitar 40 cm
  2. Pasang dinding panel ke besi hollow atau kayu kaso secara berlawanan. Jika pemasangan besi hollow atau kayu kaso vertical, maka pemasangan dinding panel horizontal. Begitu pula sebaliknya.
  3. Pemasangan dinding panel ke besi hollow atau kayu kaso menggunakan paku atau baut, dengan cara mengaitkan paku pada dinding panel pertama  (agar paku atau baut tidak terlihat)
  4. Jika pemasangan dinding panel memakai lem kayu, maka lapisi dinding panel dengan lem kayu dan rekatkan pada besi hollow atau kayu kaso
Catatan: Pemasangan dinding panel sama dengan pemasangan kayu biasa yang dapat dipotong dengan gergaji dan dapat dipaku.

Head Office & Workshop

PT Kayu Asri Indonesia
Jl. Mangga Ubi No 17 Kapuk Cengkareng
Jakarta Barat 11720

R Muhammad Farid
0811 1153 394
0811 8593 159

Tlp. 021 2943 0761
Fax. 021 2943 0761